ALERGI SUSU SAPI

Jika si kecil pernah mengalami reaksi khusus gejala alergi susu, seperti mual dan ruam setelah meminum susu sapi, bisa jadi ini gejala alergi susu sapi (ASS). Hal ini kerap terjadi pada anak, dimana gejala awalnya bisa muncul sejak si Kecil berusia dua bulan.

Nah, agar tak salah mengambil langkah, kita perlu mengenal lebih dalam mengenai alergi susu sapi pada anak sehingga dapat menentukan susu alergi susu sapi yang tepat.

Yuk, kita simak ulasannya berikut ini!

Apa Itu Alergi Susu Sapi?

Alergi susu sapi (ASS) adalah suatu reaksi imunologis atau daya tahan tubuh, yang tidak diinginkan terhadap protein susu sapi. Pada anak yang normal, protein susu sapi biasanya tidak akan memicu reaksi daya tahan tubuh tersebut.

Saat anak alergi bisa muncul beberapa kelainan seperti gatal atau ruam, bahkan ada yang sampai menurun kesadarannya.


Rentang usia yang rentan terhadap alergi susu sapi

Kejadian alergi susu sapi dilaporkan 5-7,5% pada bayi yang mendapat susu sapi. Kejadian tersebut akan berkurang hingga tinggal 30-40% dari bayi tersebut pada usia 12 bulan dan terus berkurang hingga 5% pada usia 3 tahun


Gejala Alergi Susu

Gejala alergi biasanya timbul satu jam setelah mengonsumsi susu. Gejalanya, antara lain:

  • Muntah;

  • Napas berbunyi ngik;

  • Kemerahan pada kulit;

  • Gatal;

  • Bengkak;

  • Diare atau mencret yang dapat disertai darah pada kotorannya;

  • Kram perut;

  • Batuk;

  • Hidung berair;

  • Mata berair;

  • Ruam kemerahan gatal di sekitar mulut;

  • Adanya kolik pada bayi, ditandai dengan bayi menangis tanpa henti dan tanpa sebab yang jelas.

Pada reaksi alergi berat atau anafilaksis dapat timbul gejala sebagai berikut:

  • Saluran napas dan tenggorokan tersumbat, sehingga mengakibatkan sesak napas;

  • Tekanan darah turun drastis;

  • Wajah kemerahan dan gatal pada seluruh tubuh.

Tindakan pertolongan harus dilakukan jika ada analfilaksis atau gejala alergi berat. Pengidap harus segera dibawa ke rumah sakit.

Pengobatan Alergi Susu

Pada anak, kondisi ini akan menghilang seiring dengan pertambahan usia. Namun, pada beberapa kasus, ada anak yang tetap memiliki alergi susu hingga usia dewasa. Tindakan pengobatan yang yang paling utama adalah dengan menghindari susu atau produk makanan yang mengandung susu.

Obat-obatan yang sering digunakan untuk mengurangi gejala alergi adalah:

  • Antihistamin yang digunakan untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat gejala yang disebabkan oleh reaksi alergi.

  • Adrenalin untuk mengatasi gejala alergi berat atau anafilaksis yang diberikan dengan cara disuntikkan oleh dokter. 

Pencegahan Alergi Susu

Menghindari alergi terhadap susu adalah dengan tidak mengonsumsi susu atau produk yang mengandung susu maupun protein susu. Beberapa produk yang mengandung susu atau proteinnya adalah mentega, yoghurt, pudding, kue, es krim, keju, bahan makanan yang mengandung laktosa atau laktat, permen, cokelat, karamel, dan produk yang mengandung whey dan kasein.

Pada ibu menyusui, cara mencegah alergi susu sapi pada bayi adalah dengan memberikan ASI eksklusif tanpa penambahan susu formula atau minuman dan makanan lainnya selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. ASI dianggap sebagai makanan terbaik dan bisa mencegah alergi pada bayi. Jika bayi sudah terdiagnosis memiliki alergi susu sapi, ibu dianjurkan untuk tidak mengonsumsi susu sapi atau produk yang mengandung susu sapi agar, zat tersebut tidak masuk melalui ASI kepada bayinya.

Jika ASI tidak dapat diberikan kepada bayi atau anak dengan usia lebih dewasa, terdapat beberapa alternatif pengganti. Pemberian susu formula hipoalergenik, susu kedelai, atau susu beras (rice milk) bisa menjadi alternatif pengganti untuk mencegah gejala yang ditimbulkan oleh alergi susu. Diskusikan dengan dokter jika anak memiliki gejala atau indikasi akan alergi susu dan berikan susu formula pengganti sesuai dengan anjuran dokter. 

Yang perlu diperhatikan agar anaknya terhindar dari alergi susu sapi?

Hal yang perlu diperhatikan oleh para orangtua agar bayi yang dilahirkan terhindar atau kemungkinan kecil berkembang menjadi alergi terhadap protein susu sapi di kemudian hari, yaitu (1) berikan ASI eksklusif sampai bayi beusia 6 bulan dan (2) Kendalikan lingkungan: cuaca, hindarkan karpet, binatang peliharaan, dan asap rokok.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala alergi susu di atas, segera bicarakan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.


Penulis :

Aulia Anindya Rahmawati, A.Md.Gz

Puskesmas Karangmalang




Sumber:

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210930111800-255-701419/kenali-gejala-anak-alergi-susu-sapi-ringan-hingga-berat.

https://app.cnnindonesia.com/

https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenali-alergi-susu-sapi-pada-anak