ALLOPURINOL

Allopurinol adalah obat yang berfungsi untuk menurunkan kadar asam urat. Allopurinol bekerja dengan cara menghambat xantin oksidase sehingga tidak terjadi pembentukan asam urat.

Allopurinol merupakan obat golongan xantin oxidase inhibitor

Mekanisme kerja obat ini adalah dengan cara menghambat xanthine oxidase, enzim ini menghambat pembentukan hipoxantin menjadi xantin ke asam urat, mengurangi produksi asam urat tanpa mengganggu sintesis purin.

Tata cara mengkonsumsi obat

Perlu Anda ketahui bahwa waktu minum obat  berdampak pada efektivitas obat dalam mengatasi suatu penyakit. 

Minumlah allopurinol setelah makan, telan tablet utuh dengan segelas air. Konsumsi obat pada waktu yang sama setiap harinya agar obat dapat bekerja dengan efektif. Konsumsi obat pada waktu yang sama setiap harinya agar obat dapat bekerja dengan efektif. Jika lupa mengonsumsi allopurinol, segera konsumsi obat tersebut bila jeda waktu dengan dosis selanjutnya belum terlalu dekat. Apabila jeda waktu sudah terlalu dekat, abaikan dosis tersebut dan jangan menggandakan dosis selanjutnya. Jangan berhenti mengonsumsi obat, meskipun kondisi yang dialami sudah membaik, kecuali atas instruksi dokter.

Sebelum hingga sesudah menggunakan allopurinol, dokter akan meminta Anda untuk menjalani tes darah secara rutin. Tes darah tersebut digunakan untuk memeriksa kadar asam urat, fungsi ginjal dan fungsi liver. Dengan begitu, efektivitas pengobatan dan respons Anda terhadap obat dapat terpantau.

Simpan tablet atau kaplet allopurinol dalam wadah tertutup di tempat kering dan sejuk yang terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak. Gunakan allopurinol sesuai dengan resep dokter dan baca petunjuk pada kemasan obat. Jangan mengurangi atau menambah dosis yang dikonsumsi tanpa petunjuk dokter.

Allopurinol tersedia dalam bentuk tablet 100 mg dan 300 mg. Merek dagang antara lain: Alluric, Zyloric, Alodan, Isoric, Puricemia.

Dosis disesuaikan dengan kondisi medis, berdasarkan respons terhadap pengobatan, usia, dan obat-obatan lain yang Anda minum. Secara umum untuk orang Dewasa, dosis awal 100 mg 1 kali sehari, dapat ditingkatkan tergantung respon. 100-200 mg/hari untuk kondisi ringan; 300-600 mg/ hari untuk kondisi sedang - parah. Untuk pasien dengan riwayat gangguan ginjal dosisnya bisa disesuaikan berdasarkan kadar klirens kreatinin.

Dosis maksimum untuk allopurinol biasanya adalah 800 mg per hari. Jangan tambahkan dosis atau meminum obat ini lebih sering dari yang diresepkan. Kondisi Anda tak akan membaik dengan lebih cepat, dan risiko efek samping yang serius justru bisa meningkat.

Minumlah obat ini secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya secara optimal. Jangan lupa untuk meminumnya di waktu yang sama setiap hari. Penting untuk melanjutkan pengobatan meski Anda sudah merasa membaik karena kebanyakan orang dengan asam urat tinggi tidak merasa sakit. Penting juga untuk melanjutkan saran dokter mengenai diet dan olahraga yang harus Anda lakukan. Mungkin butuh waktu hingga 4 minggu sampai Anda merasakan manfaat obat ini.

Agar obat ini dapat bekerja secara optimal, selain mengubah pola makan dengan diet sehat, Hindari makanan yang mengandung kadar purin yang tinggi seperti hati, ampela, ginjal, jeroan, dan ekstrak ragi. Makanan yang harus dibatasi konsumsinya antara lain daging sapi, domba, babi, makanan laut tinggi purin (sardine, lobster, tiram, kerang, udang, kepiting, tiram, skalop). Perubahan gaya hidup sehat perlu dilakukan seperti olahraga, menurunkan berat badan hingga ideal, dan berhenti merokok, dan rajin control serta  Konsultasi pada dokter.

Efek samping obat

Ada beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah mengonsumsi allopurinol, yaitu:

  1. Ruam

  2. Mual

  3. Muntah

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung mereda atau semakin memberat.

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

DAFTAR PUSTAKA

- DiPiro J.T., Wells B.G., Schwinghammer T.L. and DiPiro C. V., 2016, Pharmacotherapy Handbook, Tenth Edit., McGraw-Hill Education Companies, Inggris.

https://pionas.pom.go.id/monografi/alopurinol diakses pada 19 Agustus 2022

https://reference.medscape.com/drug/zyloprim-aloprim-allopurinol-342811#10 diakses pada 19 Agustus 2022