AMBROXOL

AMBROXOL

Ambroxol adalah obat yang berfungsi sebagai agen mukolitik atau pengencer dahak. Obat ini banyak digunakan dalam tata laksana gangguan saluran napas atas yang produktif, seperti pada bronkitis dan penyakit paru obstruktif.

Mekanisme kerja obat ini dengan cara meningkatkan sekresi saluran pernapasan dengan meningkatkan produksi surfaktan paru dan merangsang aktivitas silia dan menghasilkan peningkatan pembersihan mukosiliar serta peningkatan sekresi cairan yang memfasilitasi pengeluaran dan meredakan batuk.


Tata Cara mengkonsumsi obat

Konsumsi ambroxol sesuai anjuran dokter dan baca petunjuk yang tertera pada kemasan obat. Jangan mengubah dosis tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Ambroxol dikonsumsi sesudah makan, minum segelas air untuk membantu menelan obat. Jika lupa mengonsumsi ambroxol, segera minum ketika Anda ingat. Jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis ambroxol untuk menggantikan dosis yang terlewat.

Pemberian bersamaan dengan antibiotik (amoksisilin sefuroksim, eritromisin, doksisiklin) menyebabkan peningkatan penerimaan antibiotik kedalam jaringan paru-paru.

Hati-hati penggunaan pada pasien dengan tukak lambung atau duodenum, diskinesia silia, dan kondisi bronkial, Gangguan ginjal dan hati, Anak-anak, ibu hamil dan menyusui. Kategori kehamilan : Kategori C: Mungkin berisiko. Obat digunakan dengan hati-hati apabila besarnya manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko terhadap janin. Penelitian pada hewan uji menunjukkan risiko terhadap janin dan belum terdapat penelitian langsung terhadap wanita hamil.



Dosis ambroxol untuk meredakan batuk berdahak, sesuai usia pasien:

  • Dewasa dan anak >12 tahun: 30 mg, 2–3 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 60 mg, 2 kali sehari.

  • Anak usia ≤6 bulan: 3 mg, 2 kali sehari.

  • Anak usia 7 bulan sampai 1 tahun: 6 mg, 2 kali sehari.

  • Anak usia 1–2 tahun: 7,5 mg (0,5 ml), 2 kali sehari.

  • Anak usia 2–5 tahun: 7,5 mg (1/2 sendok takar atau 2,5 ml), 3 kali sehari.

  • Anak usia 6–12 tahun: 15 mg (1 sendok takar atau 5 ml), 2–3 kali sehari.

Ambroxol tersedia dalam bentuk tablet 30 mg, sirup 15 mg/5 ml, dan drop 15 mg/ml. Merek dagang ambroxol: Ambroxol HCL, Erlapect, Epexol, Etabroxol,  Imbroxol, Mucera, Mucos, Mucobat, Mucopect, Nuvopec, Selebrox, Zecaxol

Simpan ambroxol di tempat yang terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Efek samping obat

Ada beberapa efek samping yang dapat timbul setelah mengonsumsi obat ambroxol, yaitu:

  • Mual atau muntah

  • Diare

  • Sakit perut atau sakit maag 

  • Mulut atau tenggorokan kering

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung mereda atau semakin memberat. Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat setelah mengonsumsi ambroxol.


Dibuat oleh : apt. Pipit Sekarningrum, S. Farm

Ditinjau oleh : dr. Samsudin, M. Kes

Sumber Referensi

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Ambroksol. 2015. Diunduh dari : http://pionas.pom.go.id/monografi/ambroksol

Kumar S, Rao S, Kulkarni S. Formulation and Evaluation of Sustained Release Matrix Tablets of Ambroxol Hydrochloride Using Natural Polymer. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research. 2014;5(10):4225-4232

MIMS Indonesia. Ambroxol. 2017. Diunduh dari : https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ambroxol/?type=brief&mtype=generic