AMINOFILIN

PUSKESMAS KARANGDORO

Dibuat Oleh : Apt. Dyah Yantiningrum S.Farm

Ditinjau Oleh : dr. Dyah Prahesti


Aminofilin


- Deskripsi umum

Menurut pedoman dari Global Initiative for Asthma, golongan methylxanthine digunakan

sebagai terapi tambahan dalam manajemen asma apabila efektifitas terapi belum optimal, bahkan

perannya dalam menejemen eksaserbasi asma masih kontroversional. Di Indonesia, aminofilin

merupakan salah satu golongan methylxanthine yang sering digunakan, bahkan digunakan

sebagai salah satu obat tanpa resep dokter (over-the-counter) pada terapi sesak napas. Suatu

penelitian dengan metode randomized control trial hendak melihat efek dari penambahan

aminofilin pada terapi standar β-2 agonis nebulasi dan kortikosteroid pada pasien asma akut.

- Tata cara

Dosis untuk obat aminofilin ditentukan sesuai dengan kondisi medis pasien, respon

terhadap terapi, usia, kadar obat dalam darah, dan berat badan.

Adapun dosis yang dianjurkan dokter untuk orang dewasa antara lain:


Intravena (IV): semua dosis berdasarkan aminofilin-pasien yang tidak menerima aminofilin atau

theophylline

 Dosis awal: 6 mg/kg, 100-200 ml cairan IV melalui infus satu kali dalam 20-30 menit

 Dosis rumatan (setelah dosis awal)

 Orang dewasa sehat yang tidak merokok: 0,7 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan.

 Perokok dewasa muda: 0,9 mg/kg/jam infus cairan intravena berkelanjutan.

 Pasien dengan cor pulmonale atau gagal jantung kongestif: 0,25 mg/kg/jam infus intravena

berkelanjutan

Oral: pasien yang tidak menerima aminophyllin atau theophylline

 Dosis awal: 6,3 mg/kg orang sekali

 Dosis rumatan

 Orang dewasa sehat yang tidak merokok: 12,5 mg/kg/hari dalam dosis terpisah dan tidak boleh

melebihi dosis 1,125 mg/hari

 Perokok dewasa muda: 19 mg/kg/hari dalam dosis terpisah

 Pasien dengan cor pulmonale atau gagal jantung kongestif: 6,25 mg/kg/hari dalam dosis terpisah

dan jangan melebih 500 mg/hari.

Adapun dosis anak-anak untuk apnea prematur antara lain:

Bayi 4 minggu ke atas: IV atau oral, semua dosis berdasarkan aminophylline

 Dosis awal: 5-6 mg/kg sekali, jika diencerkan dalam cairan IV dan diberikan melalui infus sekali

selama 20-30 menit.

 Dosis rumatan: 3-8 mg/kg/hari terpisah setiap 6-12 jam

Dosis anak-anak untuk asma akut antara lain:

IV: semua dosis berdasarkan aminophyllin dan pasien yang tidak menerima aminophyllin atau

theophylline

 Dosis awal: 6 mg/kg diencerkan dalam cairan IV melalui infus sekali selama 20-30 menit

Dosis rumatan

 6 minggu-6 bulan: 0,5 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan

 6 bulan-1 tahun: 0,6-0,7 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan

 1-9 tahun: 1-1,2 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan

 9-12 tahun: 0,9 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan

 12 tahun: 0,7 mg/kg/jam infus intravena berkelanjutan


Oral: pasien yang tidak menerima aminophyllin atau theophylline

 Dosis awal: 6,3 mg/kg oral sekali

Dosis rumatan

 42-182 hari: 12-13,5 mg/kg/hari dalam dosis terpisah

 6-12 bulan: 15-22,5 mg/kg/hari dalam dosis terpisah

 1-9 tahun: 25-30 mg/kg/hari dalam dosis terpisah

 9-12 tahun: 17-20 mg/kg/hari dalam dosis terpisah

 12-16 tahun: 15-17 mg/kg dalam dosis terpisah

 16 tahun ke atas: 6,25-20 mg/kg dalam dosis terpisah


Interaksi dengan Obat Lain

Jika Anda alergi terhadap obat aminophylline khususnya obat-obatan lain yang mungkin sedang

anda minum tanpa resep yang mengandung ephedrine, epinephrine, phenylephrine,

phenylpropanolamine atau pseudoephedrine maka anda harus periksa lebih teliti.

Banyak obat tanpa resep yang mengandung obat-obatan tersebut. Oleh karena itu, jangan minum

obat lain tanpa konsultasi ke dokter karena dapat meningkatkan efek samping dari aminofilin.

Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter jika sedang mengonsumsi vitamin atau suplemen

sebelum mengonsumsi aminofilin untuk mencegah terjadinya interaksi obat.

Efek Samping:

Alergi terhadap etilendiamin dapat menyebabkan urtikaria, eritema, dan dermatitis eksfoliatif.