ARTIKEL KESEHATAN RAMBUT RONTOK

Masalah Rambut Rontok dan Tips Mengatasi Kerontokan Rambut


Rambut terdapat hampir pada seluruh bagian tubuh dan memiliki berbagai fungsi, antara lain fungsi estetika bagi manusia. Rambut sering disebut sebagai mahkota bagi wanita, sedangkan bagi pria, rambut memengaruhi rasa percaya diri. Kerontokan rambut merupakan masalah utama dari rambut. Rambut rontok (hair loss) adalah suatu kelainan dimana jumlah rambut lebih sedikit atau terlepas lebih banyak dari normal, dengan atau tanpa penipisan yang tampak. Normalnya rambut kepala terlepas sebanyak 80–120 helai/hari. Rambut rontok dapat mengurangi fungsi kosmetik serta perlindungannya terhadap tubuh dan kepala dari lingkungan. Ini tidak mengancam nyawa, tapi mempengaruhi kepercayaan diri bahkan dapat menjadi stressor psikologis.


Penyebab Rambut Rontok

Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh banyak faktor yang digolongkan menjadi dua yaitu faktor dari dalam tubuh akibat penyakit sistemik, hormonal, status gizi, intoksikasi, maupun kelainan genetik; dan faktor dari luar yaitu berupa stimulus dari lingkungan, maupun kosmetik rambut. Stimulus dari lingkungan berupa paparan panas, sinar matahari, tekanan, radiasi sinar X dan air pada rambut, sedangkan kosmetik rambut merujuk pada perawatan dan penataan rambut seperti shampo, pengeriting, pelurus, pewarna, pemudar warna, serta model tatanan rambut. Faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan abnormalitas siklus rambut, abnormalitas batang rambut, kerusakan folikel rambut, dan kegagalan pertumbuhan rambut.

Beberapa faktor lain penyebab kerontokan rambut di luar batas yaitu:

  • Faktor usia. Semakin bertambah usia semakin mudah mengalami kerontokan rambut.

  • Stress. Semakin tinggi tingkat stress seseorang berdampak pada terjadinya kerontokan rambut.

  • Kekurangan nutrisi terutama asam folat dan zat besi. 

  • Ketombe. Timbulnya ketombe tidak hanya menyebabkan rasa gatal yang sangat mengganggu namun juga dapat menyebabkan rambut rontok di luar batas kewajaran.


Jenis Rambut Rontok

  1. Alopecia androgenik adalah jenis kerontokan rambut yang paling umum terjadi. Meski dipicu oleh faktor keturunan, androgenetic alopecia dapat dikendalikan dengan perawatan tertentu. Pada pria, kondisi ini dapat dimulai kapan saja, terutama setelah memasuki masa pubertas dan berkembang selama beberapa tahun sesudahnya. Kerontokan rambut akan dimulai di atas pelipis dan berlanjut di sekeliling bagian atas kepala. Hal ini juga sering meninggalkan masalah kebotakan berbentuk cincin rambut di sepanjang bagian bawah kulit kepala. Pada wanita, androgenetic alopecia cenderung dimulai dengan penipisan rambut di seluruh kulit kepala. Namun, garis rambut mereka tidak akan menyusut. Umumnya, kerontokan rambut jenis ini adalah bagian dari proses penuaan, tetapi dapat terjadi kapan saja. 


  1. Alopecia traksi. Rambut rontok tipe ini terjadi akibat rambut terlalu sering diikat atau ditarik dalam jangka waktu yang lama. Ciri-ciri dari alopecia traksi meliputi: benjolan kecil berwarna putih atau merah di sekitar folikel (sekitar akar) rambut rasa gatal pada daerah rambut yang diikat, muncul sisik di kulit kepala, serta kerontokan terjadi secara simetris. 

  2. Alopecia areata adalah rambut rontok yang disebabkan oleh kelainan autoimun. Gejala yang tampak antara lain rambut rontok berlebihan, kuku kasar, muncul titik-titik putih, dan lebih rapuh, muncul titik kebotakan berbentuk lingkaran di bagian belakan kulit kepala.

  3. Alopecia universalis. Sistem imun tubuh penderita alopecia menyerang bagian folikel rambut. Akibatnya, kerontokan rambut pun terjadi dalam jumlah besar dan berisiko mengalami kebotakan total (alopecia totalis) atau kebotakan di seluruh badan (alopecia universalis). Alopecia universalis adalah kerontokan rambut yang cukup langka. Kondisi ini terjadi ketika rambut di seluruh bagian tubuh rontok dengan gejala seperti rasa gatal, dan rambut rontok terjadi di kulit kepala, alis, ketiak, punggung, dada, hingga kaki. Sejauh ini, penyebab alopecia universalis belum diketahui pasti. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan penyakit autoimun dan faktor genetik.

  4. Telogen effluvium adalah jenis rambut rontok yang terjadi secara mendadak dan dalam jumlah besar. Kondisi ini biasanya terjadi ketika kulit kepala memasuki fase istirahat dari siklus pertumbuhan rambut (telogen). Sayangnya, fase pertumbuhannya tidak terjadi. Akibatnya, kerontokan terjadi di kulit kepala tanpa adanya rambut yang tumbuh. Beragam faktor yang menyebabkan telogen effluvium, yakni melahirkan, demam tinggi, operasi besar, masalah psikologis, penyakit kronis parah, masalah tiroid, diet ketat, kekurangan protein dan zat besi, serta penggunaan obat tertentu, seperti isotretinoin atau warfarin. 

  5. Tinea capitis biasanya dialami oleh anak-anak dan disebabkan infeksi jamur di kulit kepala. Tinea capitis menimbulkan berbagai gejala yaitu kerontokan rambut terkadang berbentuk melingkar, muncul bintik-bintik botak yang dapat membesar, kulit kepala tampak memerah, bersisik, dan terasa gatal, terkadang menyebabkan pembengkakan kelenjar di bagian belakang leher.

  6. Scarring alopecia. Kerontokan yang juga disebut sebagai alopecia cicatricial ini terjadi akibat adanya peradangan atau kelainan pada kulit. Peradangan tersebut dapat disebabkan oleh folikulitis, lichen planus, lupus, hingga selulit.

  7. Trikotilomania merupakan salah satu jenis gangguan mental di mana penderitanya memiliki dorongan tak tertahankan untuk mencabuti rambutnya. Biasanya dilakukan untuk meredam stres dan cemas yang dialami. 


Tanda dan Gejala Rambut Rontok

Secara mikroskopis didapatkan rusaknya lapisan kutikula, patahan bagian rambut atau ujung rambut bercabang. Pelepasan rambut dalam jumlah berlebihan dipercepat oleh stressor fisik berupa tarikan dan tekanan. Selain itu dapat terjadi avulsi kulit kepala yaitu terkelupasnya kulit kepala dari jaringan sekitarnya, yang menyebabkan hilangnya jaringan yang tidak dapat diganti. Folikel atau bagian akar rambut berada di dalam lapisan kulit dermis, sehingga saat kulit kepala terlepas, folikel rambut di dalamnya ikut terbawa atau rusak sehingga rambut tidak akan tumbuh kembali dan menyebabkan kebotakan atau alopesia. Salah satu ciri rambut rontok yang paling terlihat adalah kehilangan helai rambut lebih dari batas wajar. Ada berbagai gejala lainnya yang bisa menjadi pertanda masalah kerontokan, meliputi rambut menipis secara bertahap, muncul bagian kulit kepala yang pitak (bintik botak), garis rambut menipis, serta rambut yang diikat lebih tipis.


Diagnosis Rambut Rontok

Dalam pemeriksaan rambut rontok perlu diketahui terlebih dahulu terkait faktor resiko, seperti adanya penyakit sistemik, riwayat keluarga, dan gaya hidup. Untuk dapat mendiagnosis kondisi ini dengan tepat, harus dilakukan pemeriksaan fisik dengan seksama yang bila perlu dapat dilengkapi dengan beberapa metode pemeriksaan khusus untuk menentukan jenis kerontokan. Beberapa metode yang digunakan dalam pemeriksaan antara lain:

  1. Hair pull test adalah pemeriksaan yang paling mudah dan paling sering dilakukan untuk menilai kerontokan rambut, namun penilaiannya kurang objektif. Dalam pemeriksaan ini, sebaiknya rambut tidak dicuci dalam 24 jam sebelum tes. Ambil sekitar 50 helai rambut, dikumpulkan menjadi satu, lalu ditarik secara tiba-tiba dengan kekuatan cukup dari dasar hingga akhir rambut terminal. Hasil dinyatakan positif jika >6 helai rambut atau 10% rambut rontok, dan negatif apabila <6 helai rambut atau <10%.

  2. Wash test dilakukan dengan menghitung jumlah rambut yang rontok saat dilakukan pencucian standar. 

  3. Trikogram adalah pemeriksaan mikroskopis semi invasif untuk mengevaluasi akar dan siklus rambut, dilakukan untuk mendiagnosis kerontokan kronis.

  4. Videodermoscopy, suatu teknik mutakhir non invasif dengan menggunakan video high-definition yang menampilkan gambar pembesaran 20–80 kali pemeriksaan kulit kepala secara langsung dan real time.

  5.  Biopsi kulit kepala dilakukan bila diagnosis sulit ditegakan, sehingga dapat langsung diperiksa keadaan folikel rambut. Metode ini penting untuk membedakan alopesia sikatrikalis dengan non sikatrikalis.


Pengobatan 

Pengobatan kerontokan dan kerusakan rambut tergantung pada jenis kerontokan dan kerusakan yang terjadi. Kerusakan batang rambut akibat bahan kimia dan fisik, dapat dikoreksi dengan menggunting rambut yang rusak secara bertahap dan menghilangkan kausanya. Pada telogen efluvium, rambut akan tumbuh kembali dalam 6-12 bulan jika penyebab dihilangkan. Selain itu dapat juga diberikan pengobatan dengan terapi topikal yang diberikan langsung pada rambut atau kulit kepala, serta vitamin dan mineral baik topikal maupun yang diminum secara oral. Pada kondisi khusus akibat radiasi sinar X dan obat kemoterapi, rambut akan kembali tumbuh dalam beberapa minggu setelah paparan dihentikan, atau dapat diberikan minoksidil topikal. Pada alopesia sikatrikalis diberikan pengobatan steroid topikal atau injeksi steroid. Bila tidak berhasil, dapat dilakukan koreksi secara operatif dengan transplantasi rambut. Dalam kondisi tertentu misalnya penanganan trikotilomania, yang perlu diperhatikan adalah merehabilitasi kesehatan mental sang penderita, agar penderita mampu menahan diri untuk tidak mencabuti rambutnya ketika sedang stress dan tertekan.

Pencegahan dan Tips Mengatasi Rambut Rontok

Langkah pencegahan dilakukan sebelum kerontokan dan kerusakan rambut terjadi, yaitu untuk menghindari paparan lingkungan atau kosmetik rambut berlebihan. Salah satunya dengan melindungi rambut dari paparan agen fisik, mekanik dan kimia dengan cara menggunakan topi, penutup rambut, produk kimia dan pengikat pada rambut. Penggunaan kondisioner mengurangi kekusutan rambut dengan melapisi dan menghaluskan kutikula sehingga mengurangi gesekan dan terhindar dari kerusakan. Setelah mencuci rambut sebaiknya dikeringkan tanpa bantuan alat pengering (hairdryer) yang panasnya dapat merusak rambut. Pemilihan kosmetik yang tepat akan menghindarkan rambut dari kerusakan parah. Cat rambut dengan warna lebih gelap dari warna asli lebih tidak merusak. Keriting permanen adalah prosedur yang mengakibatkan kerusakan rambut terberat, karena mengurangi 15% kekuatan rambut akibat struktur protein batang rambut terdegradasi. Jika dilakukan keriting permanen dan pengecatan rambut sekaligus, sebaiknya diberi interval 10 hari antar prosedur dengan keriting permanen terlebih dahulu. Untuk mengurangi kerusakan akibat panas yang dihasilkan oleh sisir catok, dianjurkan menggunakan suhu yang rendah, dan sebelum kontak dengan rambut, sisir catok diletakkan dahulu di atas handuk basah selama beberapa menit. Suhu yang dianjurkan saat penggunaan sisir catok untuk meluruskan atau mengkeriting rambut adalah 100–170 °C selama kurang dari 10 menit.

Berikut adalah cara alami dalam mengatasi rambut rontok:

  1. Tidak terlalu sering keramas. Penggunaan shampo yang terlalu sering dapat menyebabkan rambut rusak, kering, mudah patah, dan terlihat lebih tipis. Tak hanya itu, mengeringkan rambut setelah keramas dengan menggosoknya secara kencang menggunakan handuk juga dapat membuat rambut mengalami kerontokan. Oleh karena itu, agar rambut tidak mudah rontok, disarankan untuk keramas sebanyak 1–3 kali seminggu saja dan mengeringkan rambut dengan handuk secara lembut.

  2. Menata rambut dengan lembut. Sebaiknya menghentikan kebiasaan menarik dan memelintir rambut, menghindari menggunakan kuku ketika menggaruk kulit kepala, serta memakai sisir bergigi jarang. Disarankan memilih dan menggunakan shampo dan kondisioner yang tepat untuk mengatasi kerontokan rambut parah. 

  3. Menerapkan pola hidup sehat. Beberapa jenis penyakit, seperti kurang gizi dan anemia atau kurang darah, dapat menjadi penyebab rambut rontok. Selain itu, stress berlebihan juga kerap menjadi biang kerok kerontokan rambut. Oleh karena itu dianjurkan menjalani pola hidup sehat, yaitu dengan meredakan stress, berolahraga secara rutin, meluangkan waktu untuk meditasi, serta mencukupi waktu tidur.

  4. Penggunaan bahan-bahan alami. Lidah buaya dan minyak kelapa telah lama dipercaya berkhasiat dalam mengatasi rambut rontok dan merawat kulit kepala. Selain lidah buaya dan minyak kelapa, ada beberapa bahan alami lain yang bisa mengatasi rambut rontok, di antaranya lemon, kuning telur, minyak rosemary, minyak geranium, minyak zaitun, konsumsi kopi, dan suplemen ginseng.

  5. Mencukupi asupan nutrisi. Asupan nutrisi yang sehat dan seimbang merupakan bagian dari cara alami untuk mengatasi rambut rontok dari dalam. Beberapa jenis nutrisi yang penting untuk rambut rontok meliputi protein dan omega-3 seperti telur dan ikan salmon, agar kulit kepala menjadi lebih sehat serta rambut tumbuh kuat dan berkilau. Ada banyak jenis vitamin yang baik untuk kesehatan rambut, di antaranya vitamin A, vitamin B, Vitamin C, vitamin D, dan vitamin E. Zinc dan zat besi berperan penting dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan rambut serta menjaga kelembaban alami rambut. 


Dibuat oleh : dr. Melisa Esti Wahyuni

Ditinjau oleh : dr. Samsudin, M.Kes



Sumber Referensi

Menul Ayu Umborowati, Rahmadewi. Rambut Rontok Akibat Lingkungan dan Kosmetik. Departemen/Staf Medik Fungsional Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya. Dalam: http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-bik3c4a269669efull.pdf; April 2012.


Dani Kartika Sari, Adityo Wibowo. Perawatan Herbal Pada Rambut Rontok. Medical Journal of Lampung University. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/937; 2016.


Adrian, Kevin. Inilah 5 Cara Alami Mengatasi Rambut Rontok. Dalam: https://www.alodokter.com/ini-cara-alami-mengatasi-rambut-rontok; 2021.


Fadli, Rizal. Cara Mengobati Rambut Rontok Secara Alami. Dalam: https://www.halodoc.com/artikel/cara-mengobati-rambut-rontok-secara-alami; 2021.


Sulistyaningrum, SK. Diagnosis Alopecia Androgenetik Pada Wanita. https://www.alomedika.com/penyakit/dermatovenereologi/alopecia-androgenetik-wanita/diagnosis; 2021.