Apa itu rokok ? Apa itu merokok ?
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara masing-masing yang memproduksi rokok itu sendiri) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau serta bahan lainnya yang telah diracik. Ada dua jenis rokok yaitu, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada ujung rokok terbuat dari bahan busa serabut sintesis yang berfungsi untuk menyaring nikotin (Yuhendri Putra, 2014).
Merokok adalah membakar tembakau yang kemudian dihisap asapnya, baik menggunakan rokok maupun menggunakan pipa. Menurut Samsuri, et al, (2009) merokok pada dasarnya adalah menikmati asap nikotin yang dibakar. Jadi dapat diartikan bahwa merokok adalah kegiatan yang dilakukan seseorang yang memiliki kecanduan menghirup bahan kimia yang terkandung didalam rokok dengan cara dibakar, demi memperoleh kenikmatan sesaat (Umar, 2020).
Kandungan dalam Sebatang Rokok
Pada satu batang rokok mengandung lebih dari 4000 jenis senyawa kimia, 400 zat berbahaya, dan 43 zat penyebab kanker (karsinogenik). Kandungan dalam rokok seperti Hydrogen Cyanide, Toluidine (zat kaesinogenik), Ammonia (pembersih lantai), Urethane (zat karsinogenik), Toluene (pelarut industri), Arsenic (racun semut putih), dibenzacridine (zat karsinogenik), Phenol (antiseptic atau pembunuh kuman), Butane (bahan bakar korek api), Polonium – 210 (bahan radioaktif), Acetone (penghapus cat), Naphylamine (zat karsinogenik), Methanol (bahan bakar roket), Pyrene (pelarut industri), Dimethylnitrosamine (zat karsinogenik), Naphtalene (kapur barus), Cadmium (accu mobil), Carbon Monoksida (gas dari knalpot), Benzopyrene (zat karsinogenik), dan Vinyl Chloride (bahan plastik PVC) (Direktorat P2 PTM, 2017).
Komponen gas pada asap rokok
Komponen asap rokok terdiri dari beberapa radikal bebas. Asap rokok dapat diuraikan menjadi gas dan partikulat, tiap bentuk tersebut mempunyai zat kimia yang berbeda. Secara keseluruhan bentuk gas mengalami oksidasi sedangkan bentuk partikulat mengalami reduksi. Beberapa unsur pokok pada asap rokok dalam bentuk gas diantaranya adalah amonia (NH3), karbonmonoksida (CO), carbon diosida (CO2), nitrogen oksida (NO), nitrogen diokida (NO2), hidrogen sianida (HCN). Sedangkan dalam bentuk partikulate diantaranya adalah tar, nikotin, metal (seperti kadmium, timah (lead), nikel, besi, kromium, arsenic) (Yuhendri Putra, 2014). Nikotin merupakan komponen yang paling banyak dijumpai di dalam rokok (Umar, 2020).
Nikotin adalah alkaloid toksis yang terdapat dalam tembakau. Sebatang rokok umumnya berisi 1-3 mg nikotin. Nikotin diserap melalui paru-paru dan kecepatan absorbsinya hampir sama dengan masuknya nikotin secara intravena. Nikotin masuk kedalam otak dengan cepat dalam waktu kurang lebih 10 detik. Dapat melewati barrier diotak dan diedarkan keseluruh otak, kemudian menurun secara cepat, beredar keseluruh bahagian tubuh dalam waktu 15-20 menit pada waktu penghisapan terakhir. Efek bifasik dari nikotin pada dosis rendah mengakibatkan
rangsangan ganglionik yang eksitasi. Tetapi pada dosis tinggi akan menyebabkan blokade ganglionik setelah eksitasi sepintas. Nikotin adalah agen oksida yang potensial yang dapat mempengaruhi integritas plasma membran dan Deoksiribo Nucleat Acid (DNA) sperma (Yuhendri Putra, 2014).
Jenis Perokok
Ada dua jenis perokok yaitu perokok aktif dan perokok pasif. Perokok aktif adalah orang yang merokok atau orang yang langsung mengkonsumsi rokok. Kebiasaan merokok telah terbukti berhubungan dengan beberapa jenis penyakit dari berbagai alat tubuh manusia, selain itu satusatunya penyakit yang menunjukan asosiasi negatif dengan kebiasaan merokok adalah kematian akibat parkinson (Sukendro, 2007). Sedangkan Perokok pasif adalah orang-orang yang tidak merokok tetapi ia ikut menghirup asap yang dikeluarkan oleh rokok yang dikeluarkan oleh si perokok aktif (Yuhendri Putra, 2014).
Perokok pasif terdapat dua macam yaitu perokok pasif pertama dan perokok pasif kedua. Perokok pasif pertama adalah orang yang kebetulan berada satu ruangan dengan perokok dan ikut menghirup asapnya. Sedangkan perokok pasif kedua adalah orang lain yang terkena residu asap rokok tersebut melalui pakaian, rambut, mobil, atau apa pun yang terkena hembusan asap tersebut.
Akibat dari Asap Rokok
Asap rokok yang dihisap baik oleh perokok aktif maupun perokok pasif berdampak pada beberapa gangguan kesehatan. Beberapa gangguan kesehatan antara lain :
Rambut rontok
Katarak
Kanker hidung
Kulit keriput
Gangguan pendengaran
Kanker kulit
Osteoporosis (pengeroposan tulang)
Penyakit jantung (perokok beresiko mengalami mati mendadak 4 kali lipat dibandingkan bukan perokok)
Kanker paru (40% pasien kanker paru adalah perokok atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK))
Empysema
Tukak lambung dan kanker lambung
Kanker usus besar dan kanker anus
Kanker ginjal, kantung kemih, penis, dan pancreas
Peradangan pada kulit yang sangat gatal
Karies (gigi berlubang dan berwarna kuning)
Kanker lidah, mulut, kelenjar ludah, tenggorokan, dan kerongkongan
Kanker payudara
Jari – jari pucat
Kanker Rahim
Kerusakan sperma atau penurunan kualitas sperma (mutu dan jumlah sperma akan berkurang jika sering merokok)
Amputasi kaki (karena penyumbatan pembuluh darah pada kaki)
Penyakit pembuluh darah dan pembusukan jari – jari kaki
(sumber : Direktorat P2 PTM, 2017)
Akibat Merokok Terhadap Penurunan Kualitas Sperma
Rokok berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas sperma. Pada kasus infertilita menunjukkan bahwa infertilitas disebabkan oleh kelainan konsentrasi, morfologi, dan motilitas dari sperma (Saleh, 2003).
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa merokok dapat memiliki efek buruk pada fertilitas pria dan wanita. Penelitian menunjukkkan merokok dapat mengurangi jumlah sperma dalam ejakuasi dan menyebabkan kerusakan DNA dalam mengembangkan sel sperma. Perokok yang menghabiskan 10 batang rokok perhari mengalami pengurangan jumlah sperma sekitar 13 – 17 % dibandingkan dengan bukan perokok. Penelitian lain menunjukkan bahwa dari tiga perokok selama 5 sampai 15 bulan setelah berhenti merokok menunjukkan adanya kenaikan jumlah sperma 50%. Kerusakan DNA sperma dapat disebabkan oleh perilaku merokok yang masuk kedalam embrio dan keturunan anak berikutnya. DNA sperma yang berubah dari seorang perokok berkaitan dengan resiko anak terhadap kanker (Vine, 1996).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Amarudin pada tahun 2012 bahwa hubungan antara merokok dengan kualitas sperma dapat dilihat bahwa semakin banyak jumlah batang rokok yang dihisap akan semakin tinggi kemungkinan kualitas spermanya abnormal. Pada pria yang merokok 10 sampai 20 batang perhari terdapat 42,0% pria yang kualitas spermanya abnormal dengan kesimpulan memeiliki 7,2 kali untuk mengalami kualitas sperma abnormal dibandingkan pria yang tidak merokok. Sedangkan pada pria yang merokok 21 sampai 40 batang perhari terdapat 22,0% pria yang kualitas spermanya abnormal dengan kesimpulan mengalami kualitas sperma abnormal sebesar 27,7 kali dibandingkan pria yang tidak merokok.
Daftar Pustaka
Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular. (2017). Hidup Sehat Tanpa Rokok. Jakarta : Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.
Isra, Umar Rahmadi. Persepsi Bahaya Merokok Terhadap Kesehatan (http://repository.unp.ac.id/27809/1/10%20persepsi%20bahaya%20merokok%20terhadap%20kesehatan-umar.pdf diakses pada 10-08-2022 : 20.40 WIB.
Putra, Yuhendri. (2014). Pengaruh Rokok Terhadap Jumlah Sel Spermatozoa Mencit Jantan (Mus Musculus, Strain Jepang). Jurnal Saintek Vol. VI No. 1 : 30 – 42, Juni 2014.
Waspada Rokok Terhadap Kesuburan Pria dan Wanita (https://hellosehat.com/hidup-sehat/berhenti-merokok/bahaya-rokok-untuk-kesuburan/ diakses pada 10-08-2022 : 20.58 WIB.
Dibuat oleh : Puskesmas Mijen