IBU HAMIL TIDAK BOLEH MAKAN KERANG SELAMA HAMIL

Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Kerang Selama Hamil...

Mitos atau fakta..

By :  Rukmi Ardiningsih, SSiT

Bagi ibu hamil, pemilihan makanan saat hamil sangat penting untuk diperhatikan guna menjaga kesehatan bunda dan janin dalam kandungan. Maka, tak heran ibu hamil perlu mematuhi berbagai pantangan makanan saat hamil agar kehamilannya dapat berjalan dengan lancar. Namun, jika ibu hamil membatasi jenis makanan apa yang harus dimakan, hal ini justru dapat mempersempit pilihan dan asupan makanan bunda. Padahal, ibu hamil harus makan berbagai macam makanan sehat.

Dikutip About Seafood, makan makanan laut selama kehamilan sebenarnya adalah salah satu cara baik untuk mendapatkan nutrisi bagi tubuh bunda dan juga janin. Makanan laut, termasuk kerang, kaya akan asam lemak omega 3 dan Docosahexanoic acid (DHA). Nutrisi lain yang ditemukan dalam makanan laut termasuk di antaranya protein, kalsium, vitamin D, dan zat besi. Semua berperan penting dalam membangun tulang dan otot janin.

  1. Batasan aman konsumsi kerang saat hamil

Para ahli US Food and Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa makan setidaknya 8 ons makanan laut yang kaya akan asam lemak omega 3 per minggu dapat bermanfaat bagi proses tumbuh kembang organ janin yang sedang tumbuh.

Manfaat-manfaat ini termasuk mengurangi risiko kelahiran prematur dan membantu perkembangan otak dan mata janin. Nah, FDA merekomendasikan ibu hamil untuk makan 2 hingga 3 porsi per minggu dari makanan laut yang dimasak dengan matang. Makanan laut yang mengandung merkuri rendah dan aman dikonsumsi yakni kerang, scallop dan udang.


  1. Apa bahaya makan kerang untuk Ibu hamil?

Makan kerang untuk ibu hamil memang tergolong aman dilakukan. Namun, konsumsi kerang untuk ibu hamil tidak dapat sembarangan. Ibu hamil harus mengonsumsi kerang dalam jumlah wajar dan cara mengolah yang benar. Jika tidak, ada bahaya makan kerang untuk ibu hamil yang mungkin muncul apabila dikonsumsi dan diolah dengan cara yang tidak tepat. 

Mengonsumsi kerang untuk ibu hamil yang tidak diolah dengan matang atau mentah dapat meningkatkan risiko keracunan makanan, kolera, dan infeksi penyakit lainnya karena mengandung bakteri Vibrio. 

Selain itu, beberapa jenis kerang mungkin mengandung kadar merkuri yang tinggi. Terlalu banyak merkuri dalam aliran darah dapat merusak perkembangan otak dan sistem saraf bayi.



  1. Tips mengkonsumsi kerang yang aman untuk ibu hamil 

  1. Ikuti aturan konsumsi makan kerang untuk ibu hamil

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyarankan kerang untuk ibu hamil bisa dikonsumsi 8-12 ons atau 2-3 per porsi setiap minggunya. Berarti 1 porsi 4 ons ya bunda.

  1. Pilih kerang berkualitas

Cara mengonsumsi kerang untuk ibu hamil yang aman lainnya adalah dengan memilih kerang segar berkualitas baik. Bunda dapat menemukannya di supermarket yang terjaga kebersihannya.

  1. Masak kerang sampai matang sempurna

Cara mengonsumsi kerang untuk ibu hamil yang aman adalah dengan memasaknya sampai matang sempurna pada suhu internal 63 derajat Celsius. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko keracunan makanan. Kalau bunda tidak punya termometer bunda bisa memasak kerang hingga cangkangnya terbuka. Sebaiknya, buang kerang yang cangkangnya tidak terbuka saat dimasak.

  1. Cari informasi tentang kerang yang akan di konsumsi

Bakteri atau virus apa pun yang terdapat dalam kerang mentah biasanya akan mati jika dimasak dengan benar dan matang. Namun, jika kerang sebelumnya mengandung racun, biasanya racun ini tidak bisa sepenuhnya hilang dengan proses masak yang matang sekalipun. Jika bunda ingin mengonsumsi kerang langsung dari tangkapan dari laut lepas, penting untuk memeriksa dan mencari informasi tentang jenis kerang pada warga otoritas setempat


Jadi bunda yang ngidam makanan laut, seperti kerang, tidak harus mengubur keinginannya untuk konsumsi seafood ya bunda. Asal bahan berkualitas, sesuai aturan konsumsi dan benar pengolahannya kerang aman di konsumsi oleh ibu hamil kok.  Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika merasakan ada efek alergi seperti gatal-gatal, ruam, mual, pusing, batuk, atau muntah yang muncul setelah memakannya ya bunda.


Dibuat oleh : Rukmi Ardiningsih, SSit

Ditinjau oleh : dr. Mochamad Sonny