INFEKSI SALURAN KEMIH

Definisi

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih (mencakup organ-organ saluran kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra). ISK adalah istilah umum yang menunjukkan keberadaan mikroorganisme yang berkembangbiak dalam urin.


C:\Users\KLINIK\Videos\infeksi-saluran-kemih.jpgPenyebab Infeksi Saluran Kemih

Saluran kemih berfungsi menyalurkan air kencing atau urine, yang merupakan produk sisa metabolisme untuk membuang racun atau zat yg tidak digunakan dari dalam tubuh. Bakteri bisa masuk lewat uretra saat berkemih dan menyebar ke atas hingga mencapai kandung kemih dan ginjal. Perempuan menjadi lebih rentan karena saluran urethra hanya memiliki panjang sekitar 4 cm (pria mencapai 16-20cm), sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih dan ginjal.

Faktor lain yang menjadi penyebab antara lain:

  1. Aktivitas seksual

Terutama perempuan, frekuensi hubungan seksual bisa meningkatkan risiko infeksi.

  1. Menopause

Setelah menopause, berkurangnya hormon estrogen membuat saluran kemih lebih mudah terinfeksi.

  1. Kateter

Penggunaan kateter karena tidak bisa berkemih bisa mengundang bakteri masuk ke saluran kemih.

  1. Saluran abnormal

Anatomi saluran kemih yang abnormal sehingga tak bisa berkemih secara wajar juga menjadi faktor infeksi.

  1. Kurangnya Intake Cairan

Ketika cairan yang kita konsumsi berkurang, maka output cairan yang akan diproses oleh ginjal menuju kandung kemih juga sangat sedikit. Sedangkan didalam urine terdapat zat lain seperti garam sehingga garam tersebut akan melukai kandung kemih maupun uretra karena tidak cukup air untuk memproses zat tersebut. 

  1. Batu Saluran Kemih

Batu dapat menjadi sumber infeksi karena merupakan benda asing yang menjadi tempat berkembangnya bakteri di dalam saluran kemih.


Klasifikasi Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih berdasarkan lokasinya dapat dibagi menjadi dua kategori umum berdasarkan:

  1. Infeksi Saluran Kemih Bawah

Presentasi klinis saluran kemih bawah tergantung dari gender: 

  1. Perempuan

  1. Sistisis

Sistisis adalah presentasi klinik infeksi kandung kemih disertai bakteriuria. 

  1. Urethritis

Urethritis adalah infeksi yang terjadi pada uretra

  1. Laki-laki 

Presentasi klinis infeksi saluran kemih pada laki-laki diantaranya sistitis, prostatitis dan uretritis. 


  1. Infeksi Saluran Kemih Atas

  1. Pielonefritis Akut (PNA) 

Pielonefritis akut adalah proses inflamasi parenkim ginjal yang disebabkan infeksi bakteri  

  1. Pielonefritis Kronis (PNK)

Pielonefritis kronis mungkin akibat lanjut dari infeksi bakteri berkepanjangan atau infeksi sejak masa kecil.


Gejala Infeksi Saluran Kemih

Gejala umum Infeksi saluran kemih meliputi:

  1. Keinginan kuat dan konstan untuk berkemih, sehingga frekwensi berkemih meningkat atau sering disebut anyang-anyangan

  2. Ada sensasi terbakar saat berkemih

  3. Sering berkemih tapi dalam volume sedikit

  4. Urine tampak keruh, disertai darah

  5. Demam,mual

  6. Bau urine tidak sedap dan menyengat

  7. Disertai nyeri perut bawah ataupun nyeri pinggang


    Pengobatan ISK

Pengobatan uretritis atau infeksi uretra bertujuan untuk menghilangkan bakteri penyebab infeksi, meredakan gejala yang dialami, dan mencegah penyebaran infeksi. Metode utama untuk mengobati uretritis adalah dengan pemberian antibiotik. Namun, jika uretritis disebabkan oleh virus herpes simplex, maka pengobatan dilakukan dengan obat antivirus.

Jika bakteri penyebab uretritis sulit diidentifikasi, dokter akan memberikan satu atau beberapa jenis antibiotik untuk mengatasi infeksi. Sedangkan pada uretritis yang disebabkan oleh infeksi menular seksual serta pada pasien yang sudah menikah, pasangan seksual pasien juga harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan.

Prosedur lain yang dapat dilakukan untuk mengobati uretritis adalah:

  1. Kateterisasi Uretra

  2. Sistoskopi

  3. Kateterisasi langsung ke kandung kemih


Pencegahan

Berikut ini cara mencegah infeksi saluran kemih, meliputi:

  1. Tidak menahan kencing

  2. Selalu membersihkan area kemaluan dari depan ke belakang setelah berkemih

  3. Minum banyak air

  4. Semprotan kebersihan area wanita, pewangi area kewanitaan, dan produk-produk lain untuk area kewanitaan harus dihindari karena hanya akan mengiritasi mukosa

  5. Bersihkan area genital sebelum melakukan hubungan intim

  6. Setelah berhubungan intim, buang air kecil. Hal ini bertujuan untuk menyingkirkan bakteri yang mungkin telah masuk ke uretra