KESEHATAN UMUM - IBU HAMIL PERLU MENINGKATKAN PORSI MAKAN

Ibu Hamil INGKARI HANIN (Ingat Kalori Ibu Hamil dan Janin)

Kehamilan merupakan proses yang berkesinambungan. Masa kehamilan berlangsung selama 40 minggu terbagi dalan 3 trimester yaitu Trimester pertama (0-12 minggu) , trimester kedua (13-28 minggu) dan trimester ketiga (29-40 minggu ). Masa kehamilan harus sangat diperhatikan karena merupakan 1000 hari petama keghidupan. Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam masa kehamilan adalah : 

  1. Makan lebih banyak dengan beraneka ragam lauk pauk sayur dan  buah

  2. Minum tablet tambah darah 1 tablet sehari

  3. Tidak merokok

  4. Tidak minum minuman bersoda dan beralkohol

  5. Tidak makan mie instan sebagai makanan pokok

  6. Menghindari makanan yang mengandung pengawet

  7. Tidak meminum obat tanpa resep dokter

  8. Mengikuti kelas ibu hamil

  9. Membersihkan payudara

  10. Melakukan pemeriksaan kehamilan dan merencanakan persalinan dengan petugas kesehatan

(Kemenkes, 2014)

Ibu hamil membutuhkan gizi yang lebih banyak dibanding pada saat tidak hamil. Anjuran jumlah porsi tersebut lebih banyak dibandingkan dengan jumlah porsi yang harus di konsumsi wanita tidak hamil yaitu hanya sebesar 2250 kalori saja perhari. Kebutuhan kalori ibu hamil adalah 2500 kkal bisa di cukupi dengan :

  1. Nasi 6 porsi (1,5 gelas/600 gr)

  2. Sayuran 4 porsi (4 gelas/400gr)

  3. Buah 4 porsi (4 buah pisang ambon/200 gr)

  4. Tempe 4 porsi (8 potong sedang/50 gr)

  5. Daging 3 porsi (3 potong sedang /35 gr)

  6. Susu 1 porsi (1 gelas/200gr)

  7. Minyak 6 porsi (6 sdt/5 gr)

  8. Gula 2 porsi (2 sdm/20 gr)

Aneka ragam pangan yang harus di konsumsi oleh ibu hamil adalah zat besi yang bisa di peroleh dengan mengonsumsi tablet fe 1 tablet perhari. Kebutuhan zat besi selama hamil perlu di tingkatkan karena digunakan untuk pembentukan sel dan jaringan baru. Selain itu tablet fe juga dibutuhkan untuk pembentukan haemoglobin atau sel darah merah yang mengangkut oksigen. Ibu hamil dengan hemoglobin rendah disebut dengan anemia.hal tersebut dapat membahayakan kesehatan ibu yaitu bisa mengakibatkan berat bayi lahir rendah,perdarahan dan peningkatan resiko kematian. 

Asam folat untuk pembentukan sel dan sistem saraf. Selain vitamin yang berupa tablet. Asam folat juga bisa di dapatkan melalui sayuran hijau seperti bayam dan kacang-kacangan. Kebutuhan kalsium meningkat pada saat hamil untuk pembentukan jaringan baru pada janin. Kekurangan kalsium bisa mengakibatkan kondisi ibu mengalami keracunan kehamilan (pre eklampsia). Sellain itu kekurangan kalsium juga dapat mengakibatkan pengeroposan tulang dan gigi. Sumber kalsium bisa di dapatkan melalui tablet kalsium 500mg atau sayuran hijau, kacang- kacangan, ikan teri serta susu. 

Mengkonsumsi buah juga di perlukan oleh ibu hamil. Karena ibu hamil akan sering mengalami sembelit, maka mengonsumsi buah berwarna merupakan sumber vitamin yang baik bagi tubuh karena dapat memperlancar buang air besar. Ibu hamil yang mengalami “hiperemesis gravidarum” atau mual muntah yang berlebihan saat hamil dapat dianjurkan dengan makan dalam porsi kecil tapi sering. Saat merasa mual ibu dianjurkan untuk tidak makan secara berlebihan dan menghindari makanan yang berlemak dan makanan yang berbau tajam atau bau yang dapat merangsang mual. 

Ibu hamil harus diperhatikan konsumsi gizi nya. Karena, ibu hamil dalam keadaan kekurangan energi kronis (KEK) maka perlu diberikan makanan tambahan. Kurang gizi pada masa kehamilan mengakibatkan IUGR (intra uterine growth retardation) atau janin tidan berkembang dan BBLR atau berat bayi lahir rendah. Kedua kondisi tersebut hampir separuhnya terkait dengan gizi ibu hamil, kenaikan berat badan selama hamil tidak sesuai dan pemenuhan kebutuhan gizi yang tidak adekuat. 



Dibuat oleh : Kinanti Setyo Maharsi, S.Tr. Keb

Ditinjau oleh : dr. Gita Nur Fitriandari


Sumber :

Kementrian Kesehatan RI. (2014). Pedoman Gizi Seimbang : Jakarta

Manuaba, I. A. C., Manuaba, I. B. G. F., Manuaba, I. B. G. (2009). Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: EGC.

Mitra. (2015). Permasalahan Anak Pendek (Stunting) dan Intervensi untuk Mencegah Terjadinya Stunting. Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(6), 254-261.