PENTINGNYA INSIASII MENYUSU DINI (IMD)

PENTINGNYA INSIASI MENYUSU DINI (IMD), 

SEGUDANG MANFAAT UNTUK IBU DAN BAYI


Inisiasi menyusu dini atau IMD merupakan program yang masih terus gencar dianjurkan pemerintah. Dalam mendukung program Pemerintah Indonesia sesuai dengan kebijakan WHO dan Unicef yang merekomendasikan insiasi menyusu dini sebagai tindakan “penyelamat kehidupan”, dengan insiasi menyusu dini ini, dapat menyelamatkan 22% dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan. Menyusui 30 menit sampai satu jam pertama kehidupan yang diawali kontak kulit antara ibu dan bayi sangat penting bagi kelangsungan hidup si bayi selanjutnya. 

Dari hasil penelitian dalam dan luar negeri, ternyata inisiasi menyusu dini dapat mensukseskan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Lebih dari itu, terlihat hasil yang nyata, yaitu menyelamatkan bayi. 


Apa itu IMD? 

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses awal dimana bayi mencoba menyusu sendiri, dengan cara bayi diletakkan di dada ibunya dan mencari puting sendiri untuk disusui. Sesuai dengan rekomendasi WHO, IMD merupakan inisiasi pemberian ASI yang dilakukan dalam waktu 1 jam setelah melahirkan. Proses kontak ini harus dilakukan dari kulit ibu ke kulit bayi secara langsung, jika kontak ini terhalang oleh kain atau dilakukan kurang dari 1 jam, maka IMD dianggap belum sempurna (Kemenkes, 2018).

Semakin ditunda pemberian ASI, semakin besar risiko kematian. Penundaan pemberian dalam waktu 2-23 jam meningkatkan risiko kematian 1.3 kali lipat, sedangakan penundaan 1 hari atau lebih dapat meningkatkan risiko kematian lebih dari 2 kali lipat (UNICEF, 2018)


Bagaimana Melakukan IMD

Cara untuk melakukan IMD yaitu diawali dengan mengeringkan permukaan bayi kecuali bagian tangan bayi dan jangan menghilangkan verniks pada bayi (lapisan lemak yang masih menempel pada kulit bayi setelah lahir). Setelah tali pusat bayi dipotong, bayi diletakkan tengkurap diatas perut ibunya atau di dada ibu jika proses kelahiran dengan Caesar, dan diberikan selimut diatasnya. Dibantu dengan bau cairan sisa ketuban pada tangan bayi, bayi dapat menemukan putting ibu yang memiliki bau yang sama (IDAI, 2013). Di antara bayi cukup bulan yang sehat, isyarat makan dari bayi dapat terlihat dalam 15-20 menit pertama setelah lahir, atau dapat lebih lama. Ibu yang tidak dapat memulai menyusui dalam 1 jam pertama setelah melahirkan, harus tetap didukung untuk menyusui sesegera mungkin, karena IMD semakin diberikan lebih awal akan dapat memberikan manfaat yang lebih besar. Pada bayi prematur yang tidak dapat menyusui secara langsung, stimulasi oral dan isapan bayi dapat bermanfaat sampai proses menyusui dimulai (WHO, 2017). Saat bayi mulai menyusu, perlekatan bayi terhadap payudara penting untuk diperhatikan agar bayi dapat menyusui secara efektif. Tanda perlekatan yang baik yaitu terlihat lebih banyak areola diatas bibir atas bayi daripada dibawah bibir bawah, mulut bayi terbuka lebar, bibir bawah bayi melengkung keluar, dan dagu bayi menyentuh payudara.


Apa saja manfaat IMD?

Inisiasi menyusui dini mempunyai banyak manfaat untuk ibu maupun bayi. IMD dapat menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) yang disebabkan oleh hipotermia (penurunan suhu tubuh). Kontak kulit ke kulit dari ibu dan bayi secara langsung dapat membantu pengaturan suhu tubuh bayi baru lahir dan memungkinkan bayi terpapar bakteri baik dari kulit ibu, sehingga akan dapat memberikan perlindungan dari penyakit dan membantu membangun sistem kekebalan bayi. Dalam beberapa hari pertama kelahiran, ASI mengandung kolostrum yang kaya akan sel darah putih dan antibodi terutama Imunoglobulin A, persentase kandungan protein yang lebih besar, mineral, dan vitamin larut lemak (A,E, dan K) yang lebih besar daripada kandungan susu berikutnya. Kolostrum dapat bertindak sebagai “vaksin” pertama anak dan dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit.

Disamping itu manfaatnya terhadap ibu, menyusui dapat memicu produksi prolactin yang merupakan hormon perangsang produksi ASI dan dapat membantu memastikan asupan ASI yang cukup untuk bayi. Hormon oksitosin yang diproduksi dalam tubuh juga dapat membantu rahim untuk berkontraksi setelah melahirkan, sehingga mengurangi risiko perdarahan setelah melahirkan. 

Adanya proses inisiasi menyusui dini setelah melahirkan, membuat kontak antara ibu dan bayi bisa bisa terjadi lebih cepat. Secara tidak langsung, inisiasi menyusui dini merupakan proses yang dapat mengurangi rasa sakit dan kemungkinan trauma yang dialami ibu setelah persalinan. 

Selama beberapa minggu pertama, semakin sering bayi menyusu dan merangsang puting, semakin banyak prolaktin yang diproduksi, dan semakin banyak ASI yang diproduksi. Disamping itu, menyusui juga dapat menstimulasi hormon hipofisis lain yang dapat menekan pembuahan dan menstruasi, sehingga dapat membantu menunda kehamilan ibu. 

IMD telah terbukti dapat memperpanjang durasi menyusui, meningkatkan kemungkinan bayi disusui dalam bulan-bulan pertama kehidupan, dan juga dapat berkontribusi pada peningkatan ASI eksklusif. Bayi yang melakukan IMD juga tampak lebih banyak berinteraksi dengan ibunya dan lebih jarang menangis (UNICEF, 2018; WHO, 2019).


Dibuat oleh : Ika Septiana C., S.Tr.Keb

Ditinjau oleh : dr. Aprilia Mahatmanti