Siprofloksasin dan jenis-jenis fluorokuinolon lainnya bernilai tinggi karena spektrum aktivitasnya yang lebar, menembus jaringan dengan sempurna, dan tersedia dalam bentuk sediaan untuk diminum maupun suntikan.
Ciprofloxacin bekerja dengan cara berikatan dengan enzim pada bakteri yaitu DNA gyrase dan topoisomerase. Ciprofloxacin akan menginhibisi replikasi DNA bakteri, serta repair dan rekombinasi bakteri. Ciprofloxacin efektif dalam melawan bakteri Gram negatif maupun Gram positif, seperti Escherichia coli, Salmonella spp., Shigella spp., Neisseria sp., dan Pseudomonas aeruginosa.
Tata cara mengkonsumsi obat
Dosis ciprofloxacin, frekuensi, serta durasi penggunaannya akan berbeda tergantung dengan indikasi. Pemakaian ciprofloxacin umumnya berkisar antara 250-750 mg per kali. Durasi penggunaan bervariasi tergantung indikasi, mulai dari 3 hari hingga 60 hari. Pemberian dosis ciprofloxacin disesuaikan dengan kondisi penderita dan respons tubuh terhadap pengobatan. Berikut penjelasan mengenai dosis dan aturan pakai ciprofloxacin:
Oral: infeksi saluran napas, 250-750 mg dua kali sehari.
Infeksi saluran kemih, 250-500 mg dua kali sehari (untuk akut tanpa komplikasi, 250 mg dua kali sehari selam 3 hari). Gonore 500 mg dosis tunggal.
Infeksi Pseudomonal saluran pernafasan bawah pada cystic fibrosis 750 mg dua kali sehari; ANAK 5-17 tahun (lihat Peringatan di atas), sampai 20 mg/kg bb dua kali sehari (maksimal 1,5 g sehari).
Infeksi lain, 500-750 mg dua kali sehari. Profilaksis bedah, 750 mg 60-90 menit sebelum operasi.
Injeksi intravena: (selama 30-60 menit), 200-400 mg dua kali sehari.
Infeksi Pseudomonal saluran pernafasan bawah pada cystic fibrosis 400 mg dua kali sehari. ANAK 5-17 tahun (lihat Peringatan di atas), sampai 10 mg/kg bb tiga kali sehari (maksimal 1,2 g sehari).
Infeksi saluran kemih, 100 mg dua kali sehari. Gonore, 100 mg dosis tunggal.
ANAK: tidak dianjurkan, tapi bila pertimbangan manfaat risiko menguntungkan, oral: 10-30mg/kg bb/hari dibagi dua dosis; intravena: 8-16 mg/kg bb/hari dibagi dua dosis.
Antraks (pengobatan dan profilaksis setelah terpapar, lihat keterangan diatas), oral, 500 mg sehari dua kali; ANAK 30 mg/kg bb/hari dibagi dua dosis (maksimal 1 g per hari) Injekasi intravena, 400 mg sehari dua kali; ANAK 20 mg/kg bb/hari dibagi 2 dosis (Maksimal 800 mg per hari).
Penggunaan pada Ciprofloxacin tablet
Gunakan segelas air putih untuk menelan kapsul dan tablet ciprofloxacin secara utuh. Jangan membelah, menghancurkan, atau mengunyah kapsul atau tablet. Ciprofloxacin sebaiknya dikonsumsi setelah makan untuk mencegah sakit maag. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi ciprofloxacin pada jam yang sama setiap harinya agar obat dapat bekerja dengan maksimal. Jika lupa mengonsumsi tablet atau kapsul ciprofloxacin, disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu ingat, jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.
Jangan berhenti mengonsumsi ciprofloxacin tanpa seizin dokter, walau gejala yang dialami telah membaik. Jika dilakukan, bakteri dapat kebal terhadap pengobatan dan risiko kekambuhan infeksi akan meningkat.
Simpanlah ciprofloxacin pada suhu ruangan dan di dalam wadah tertutup untuk menghindari paparan sinar matahari, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
2. Ciprofloxacin tetes mata
Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan ciprofloxacin dalam bentuk tetes mata, yaitu:
Cuci tangan hingga bersih sebelum menggunakan obat tetes mata.
Kocok botol tetes mata sebelum digunakan agar larutan tercampur sempurna.
Arahkan wajah menghadap ke atas, kemudian tarik kelopak mata bagian bawah dengan jari tangan secara perlahan.
Arahkan obat tetes ke bagian mata, namun jangan sampai menyentuh bola mata. Teteskan cairan obat dengan menekan botol obat.
Tutup mata selama 2-3 menit agar obat dapat menyebar ke seluruh bagian mata. Jangan berkedip atau mengucek mata dengan tangan.
Berikan sedikit tekanan dan bersihkan cairan di sekitar mata dengan tisu.
Jika obat diberikan pada kedua mata, Anda dapat melakukan langkah yang sama pada mata sebelahnya.
Setelah selesai, tutup kembali botol obat tetes mata ciprofloxacin dan cucilah tangan hingga bersih.
Jika Anda merasa kesulitan untuk meneteskan obat tetes mata sendiri, mintalah bantuan orang lain untuk meneteskan obat ke mata Anda.
3. Infus ciprofloxacin
Ciprofloxacin dalam bentuk suntik harus dilakukan oleh dokter atau pekerja medis atas instruksi dokter. Selama pemberian ciprofloxacin, dokter akan memantau pernapasan dan tekanan darah pasien.
Efek Samping dan Bahaya Ciprofloxacin
Ciprofloxacin dapat menyebabkan efek samping yang bersifat ringan. Beberapa efek samping yang dapat muncul akibat penggunaan ciprofloxacin adalah:
Sakit maag
Mual dan muntah
Diare
Sakit kepala
Sulit tidur
Vagina terasa gatal atau keputihan
Ciprofloxacin juga dapat menyebabkan efek samping lain, seperti sakit kepala hebat, mata dan kulit berwarna kuning, sulit buang air kecil, muncul ruam kulit, sakit maag hebat, dan jantung berdebar. Meski jarang terjadi, efek samping tersebut bersifat serius dan perlu segera mendapatkan penanganan.
Segera hentikan konsumsi obat dan lakukan pemeriksaan dokter jika Anda mengalami gejala efek samping setelah menggunakan ciprofloxacin.
Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.
Pastikan Anda selalu menggunakan ciprofloxacin sesuai aturan pakai yang di anjurkan dokter.
DAFTAR PUSTAKA
Sofyan M, Alvarino, Erkadius. 2014. Perbandingan Levofloxasin dengan ciprofloxacin per oral dalam menurunkan leukositoria sebagai profilaksis isk pada pasien katerisasi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Fakultas Kedokteran. Universitas Andalas
https://pionas.pom.go.id
https://www.alodokter.com
https://hallosehat.com
Dibuat Oleh : Dyah Ayu Elisa Kurnianingrum, S.Farm.,Apt
Di Tinjau oleh : dr. Fika Khulma Sofia